Informasi Penyakit

Saturday, July 11, 2009

SINDROMA STEVENS-JOHNSON

Stevens-Johnson adalah suatu variasi berat sekaligus fatal dari eritema multiform. Merupakan sindroma yang mengenai kulit, selaput lendir di orifisium (muara/lubang) dan mata, dengan keadaan umum yang bervariasi dari yang ringan sampai berat.

Penyebab
Penyebab yang pasti belum diketahui. Salah satu penyebabnya adalah alergi obat, biasanya secara sistemik, diantaranya adalah beberapa jenis antibiotika, antipiretik/analgetik dan jamu. Selain itu dapat juga disebabkan oleh infeksi (yang disebabkan baik oleh bakteri, virus, jamur atau parasit), neoplasma, pasca vaksinasi, radiasi dan makanan.

Faktor Risiko
Sindrom ini kebanyakan timbul pada anak-anak dan laki-laki muda. Perbandingan laki-laki dengan perempuan adalah 2 : 1. Namun jarang dijumpai pada anak usia 3 tahun ke bawah.

Patofisiologi
Patogenesisnya masih belum jelas. Perkiraan disebabkan oleh reaksi alergi tipe III dan IV. Reaksi alergi tipe III terjadi akibat terbentuknya kompleks antigen-antibodi yang pada akhirnya menyebabkan kerusakan pada organ. Reaksi alergi tipe IV terjadi akibat limfosit T yang tersensitisasi oleh suatu antigen berkontak kembali dengan antigen yang sama hingga akhirnya terjadi reaksi radang.

Gejala dan Tanda
Gejala bervariasi ringan sampai berat. Pada yang berat penderita dapat mengalami koma. Mulainya penyakit akut dapat disertai gejala prodromal berupa demam tinggi 39-40¢ªC, malaise, nyeri kepala, batuk, pilek dan nyeri tenggorok. Dengan segera gejala tersebut dapat menjadi berat. Stomatitis (radang mulut) merupakan gejala awal dan paling mudah terlihat Pada sindrom ini terlihat adanya trias kelainan berupa: 1. Kelainan kulit Kelainan kulit terdiri atas eritema ( kemerahan pada kulit ), vesikel (gelembung berisi cairan) dan bula (seperti vesikel namun ukurannya lebih besar). Vesikel dan bula kemudian pecah sehingga terjadi erosi yang luas. Disamping itu dapat juga terjadi purpura. Pada bentuk yang berat kelainan terjadi di seluruh tubuh. 2. Kelainan selaput lendir di orifisium Yang tersering adalah di selaput lendir mulut (100%) kemudian disusul oleh kelainan dilubang alat genital (50%), di lubang hidung dan anus jarang. Vesikel dan bula yang pecah menjadi erosi dan ekskoriasi dan krusta kehitaman. Juga dapat membentuk pseudomembran. Kelainan yang tampak di bibir adalah krusta berwarna hitam yang tebal. Kelainan dapat juga menyerang saluran pencernaan bagian atas (faring dan esofagus) dan saluran nafas atas. Keadaan ini dapat menyebabkan penderita sukar/tidak dapat menelan dan juga sukar bernafas. 3. Kelainan mata Kelainan mata merupakan 80% diantara semua kasus, yang tersering adalah konjungtivitis kataralis (radang konjungtiva). Dan yang terparah menyebabkan kebutaan Disamping kelainan tersebut terdapat juga kelainan lain seperti radang ginjal, dan kelainan pada kuku.

Komplikasi
Tidak jarang terjadi komplikasi berupa kelainan pada paru yaitu bronkopneumonia. Komplikasi lain yaitu kehilangan cairan dan atau darah, gangguan keseimbangan elektrolit dan syok. Dapat pula terjadi kebutaan.

Penatalaksanaan
Tergantung dari berat ringannya gejala yang tampak. Pemberian kortikosteroid merupakan 'life saving'. Selain itu diberikan juga antibiotika, diet makanan tertentu dan pemberian zat-zat dan cairan untuk mengembalikan keseimbangan cairan tubuh yang hilang.

Labels: ,

Lepra (penyakit hansen)

Lepra (penyakit hansen) adalah infeksi menahun yang terutama ditandai oleh adanya kerusakan saraf perifer (saraf diluar otak dan medulla spinalis), kulit, selaput lendir hidung, buah zakar (testis) dan mata.

Penyebab
Bakteri Mycobacterium leprae.

Faktor Risiko
Sekitar 50% penderita kemungkinan tertular karena berhubungan dekat dengan seseorang yang terinfeksi.
Infeksi juga mungkin ditularkan melalui tanah, armadillo, kutu busuk dan nyamuk.

Sekitar 95% orang yang terpapar oleh bakteri lepra tidak menderita lepra karena sistem kekebalannya berhasil melawan infeksi. Infeksi dapat terjadi pada semua umur, paling sering mulai dari usia 20an dan 30an. bentuk lepromatosa 2 kali lebih sering ditemukan pada pria.

Gejala dan Tanda
Bakteri penyebab lepra berkembangbiak sangat lambat, sehingga gejalanya baru muncul minimal 1 tahun setelah terinfeksi (rata-rata muncul pada tahun ke-5-7). Jenis lepra menentukan prognosis jangka panjang, komplikasi yang mungkin terjadi dan kebutuhan akan antibiotik :

1) Lepra tuberkuloid ditandai dengan ruam kulit berupa 1 atau beberapa daerah putih yang datar. Daerah tersebut bebal terhadap sentuhan karena mikobakteri telah merusak saraf-sarafnya.

2) Pada lepra lepromatosa muncul benjolan kecil atau ruam menonjol yang lebih besar dengan berbagai ukuran dan bentuk. Terjadi kerontokan rambut tubuh, termasuk alis dan bulu mata.

3) Lepra perbatasan merupakan suatu keadaan yang tidak stabil, yang memiliki gambaran kedua bentuk lepra. Pada semua jenis, selama perjalanan penyakit baik diobati maupun tidak diobati, bisa terjadi reaksi kekebalan tertentu, yang kadang timbul sebagai demam dan peradangan kulit, saraf tepi dan kelenjar getah bening, sendi, buah zakar, ginjal, hati dan mata.

Pencegahan
Dulu perubahan bentuk anggota tubuh akibat lepra menyebabkan penderitanya diasingkan dan diisolasi. Pengobatan dini bisa mencegah atau memperbaiki kelainan bentuk, tetapi penderita cenderung mengalami masalah psikis dan sosial. Tidak perlu dilakukan isolasi.

Lepra hanya menular jika terdapat dalam bentuk lepromatosa yang tidak diobati dan itupun tidak mudah ditularkan kepada orang lain. selain itu, sebagian besar secara alami memiliki kekebalan terhadap lepra dan hanya orang yang tinggal serumah dalam jangka waktu yang lama yang memiliki resiko tertular. Dokter dan perawat yang mengobati penderita lepra tampaknya tidak memiliki resiko tertular.

Penatalaksanaan
Antibiotik dapat menahan perkembangan penyakit atau bahkan menyembuhkannya. Beberapa mikobakterium mungkin resisten terhadap obat tertentu, karena itu sebaiknya diberikan lebih dari 1 macam obat, terutama pada penderita lepra lepromatosa.
Antibiotik yang paling banyak digunakan untuk mengobati lepra adalah dapson, relatif tidak mahal dan biasanya aman. Kadang obat ini menyebabkan reaksi alergi berupa ruam kulit dan anemia.

Rifampin adalah obat yang lebih mahal dan lebih kuat daripada dapson. Efek samping yang paling serius adalah kerusakan hati dan gejala-gejala yang menyerupai flu.

Antibiotik lainnya yang bisa diberikan adalah klofazimin, etionamid, misiklin, klaritromisin dan ofloksasin. Terapi antibiotik harus dilanjutkan selama beberapa waktu karena bakteri penyebab lepra sulit dilenyapkan. Pengobatan bisa dilanjutkan sampai 6 bulan atau lebih, tergantung kepada beratnya infeksi dan penilaian dokter. Banyak penderita lepra lepromatosi yang mengkonsumsi dapson seumur hidupnya.

www.kalbe.co.id

Labels: ,

herpes zoster

Herpes zooster (shingles) adalah suatu infeksi yang menyebabkan erupsi kulit yang terasa sangat nyeri berupa lepuhan yang berisi cairan.

Penyebab
Penyebab herpes zoster adalah virus varicella-zoster, virus yang juga menyebabkan cacar air.

Faktor Risiko
Herpes zooster bisa terjadi pada usia berapapun tetapi paling sering terjadi pada usia diatas 50 tahun. Selain itu herpes zoster terjadi jika virus kembali aktif, misalnya jika terdapat gangguan pada sistem kekebalan tubuh (misalnya karena aids atau penyakit hodgkin) atau obat-obatan yang mempengaruhi sistem kekebalan.

Patofisiologi
Infeksi awal oleh virus varicella-zoster berakhir dengan masuknya virus ke dalam ganglia (badan saraf) pada saraf spinalis maupun saraf kranialis dan virus menetap disana dalam keadaan tidak aktif. Herpes zooster selalu terbatas pada penyebaran akar saraf yang terlibat di kulit (dermatom).

Gejala dan Tanda
Selama 3-4 hari sebelum timbulnya herpes zoster, penderita merasa tidak enak badan, menggigil, demam, mual, diare atau sulit berkemih. Penderita lainnya hanya merasakan nyeri, kesemutan atau gatal di kulit yang terkena. Muncul sekumpulan lepuhan kecil berisi cairan dikelilingi oleh daerah kemerahan, yang terbatas pada daerah kulit yang dipersarafi oleh saraf yang terkena.

Lepuhan paling sering muncul di batang tubuh dan biasanya hanya mengenai satu sisi (kanan saja atau kiri saja). Daerah yang terkena biasanya peka terhadap berbagai rangsangan (termasuk sentuhan yang sangat ringan) dan bisa terasa sangat nyeri. Lepuhan mulai mengering dan membentuk keropeng pada hari kelima setelah kemunculannya.

Lepuhan yang luas atau menetap lebih dari 2 minggu biasanya menunjukkan bahwa sistem kekebalan penderita tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Komplikasi
Sebagian besar penderita mengalami penyembuhan tanpa meninggalkan gejala sisa. Tetapi bisa terbentuk jaringan parut yang luas meskipun tidak terjadi infeksi bakteri sekunder. Jika mengenai saraf wajah yang menuju ke mata bisa menimbulkan masalah yang cukup serius.

Selain itu infeksi ini dapat meninggalkan gejala sisa berupa neuralgia pasca-herpetik, yang berupa nyeri di daerah kulit yang dipersarafi oleh saraf yang terkena. Nyeri ini bisa menetap selama beberapa bulan atau beberapa tahun setelah terjadinya suatu episode herpes zoster. Nyeri bisa dirasakan terus menerus atau hilang-timbul dan bisa semakin memburuk pada malam hari atau jika terkena panas maupun dingin.

Penatalaksanaan
Obat anti-virus bisa diberikan untuk memperpendek lamanya erupsi kulit, terutama pada penderita yang mengalami gangguan sistem kekebalan. Sangat penting untuk menjaga kebersihan kulit agar tidak terjadi infeksi bakteri sekunder.

Labels: ,

herpes simpleks

Infeksi herpes simpleks ditandai dengan episode berulang dari lepuhan-lepuhan kecil di kulit atau selaput lendir, yang berisi cairan dan terasa nyeri.

Penyebab
Terdapat 2 jenis virus herpes simpleks yang menginfeksi kulit, yaitu HSV-1 dan HSV-2. HSV-1 merupakan penyebab dari luka di bibir (herpes labialis) dan luka di kornea mata (keratitis herpes simpleks); biasanya ditularkan melalui kontak dengan sekresi dari atau di sekitar mulut.

HSV-2 biasanya menyebabkan herpes genitalis dan terutama ditularkan melalui kontak langsung dengan luka selama melakukan hubungan seksual.

Faktor Risiko
Timbulnya erupsi bisa dipicu oleh:
1. pemaparan cahaya matahari
2.demam
3.stres fisik atau emosional
4.penekanan sistem kekebalan
5.obat-obatan atau makanan tertentu.

Patofisiologi
Herpes simpleks menyebabkan timbulnya erupsi pada kulit atau selaput lendir. Erupsi ini akan menghilang meskipun virusnya tetap ada dalam keadaan tidak aktif di dalam ganglia (badan sel saraf), yang mempersarafi rasa pada daerah yang terinfeksi.
Secara periodik, virus ini akan kembali aktif dan mulai berkembangbiak, seringkali menyebabkan erupsi kulit berupa lepuhan pada lokasi yang sama dengan infeksi sebelumnya.
Gejala dan Tanda
Herpes simpleks yang kambuh ditandai dengan adanya kesemutan, rasa tidak nyaman atau rasa gatal, yang dirasakan beberapa jam sampai 2-3 hari sebelum timbulnya lepuhan. Lepuhan yang dikelilingi oleh daerah kemerahan dapat muncul di mana saja pada kulit atau selaput lendir, tetapi paling sering ditemukan di dalam dan di sekitar mulut, bibir dan alat kelamin.

Lepuhan (yang bisa saja terasa nyeri) cenderung membentuk kelompok, yang begabung satu sama lain membentuk sebuah kumpulan yang lebih besar. Beberapa hari kemudian lepuhan mulai mengering dan membentuk keropeng tipis yang berwarna kekuningan serta ulkus yang dangkal.

Penatalaksanaan
Untuk sebagian besar penderita, satu-satunya pengobatan herpes labialis adalah menjaga kebersihan daerah yang terinfeksi dengan mencucinya dengan sabun dan air. Lalu daerah tersebut dikeringkan karena jika dibiarkan lembab maka akan memperburuk peradangan, memperlambat penyembuhan dan mempermudah terjadinya infeksi bakteri.

Untuk mencegah atau mengobati suatu infeksi bakteri, bisa diberikan salep antibiotik (misalnya neomisin-basitrasin). Jika infeksi bakteri semakin hebat atau menyebabkan gejala tambahan, bisa diberikan antibiotik per-oral atau suntikan.

Krim anti-virus (misalnya idoksuridin, trifluridin dan asiklovir) kadang dioleskan langsung pada lepuhan. Asiklovir atau vidarabin per-oral bisa digunakan untuk infeksi herpes yang berat dan meluas. Kadang asiklovir perlu dikonsumsi setiap hari untuk menekan timbulnya kembali erupsi kulit, terutama jika mengenai daerah kelamin. Untuk keratitis herpes simpleks atau herpes genitalis diperlukan pengobatan khusus.

Labels: ,

Gonore

Gonore adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae yang menginfeksi lapisan dalam uretra, leher rahim, rektum dan tenggorokan atau bagian putih mata (konjungtiva).

Penyebab
Bakteri Neisseria gonorrhoeae. Gonore bisa menyebar melalui aliran darah ke bagian tubuh lainnya, terutama kulit dan persendian. Pada wanita, gonore bisa naik ke saluran kelamin dan menginfeksi selaput di dalam panggul sehingga timbul nyeri panggul dan gangguan reproduksi.

Faktor Risiko
Sering berganti-ganti pasangan, atau memiliki mitra seksual yang terinfeksi.

Gejala dan Tanda
Yang khas adalah keluarnya nanah yang bisa berasal dari leher rahim, uretra atau kelenjar di sekitar lubang vagina. Pada pria, gejalanya berawal sebagai rasa tidak enak pada uretra, yang beberapa jam kemudian diikuti oleh nyeri ketika berkemih dan keluarnya nanah dari penis.

Penderita sering berkemih dan merasakan desakan untuk berkemih, yang semakin memburuk ketika penyakit ini menyebar ke uretra bagian atas. Lubang penis tampak merah dan membengkak.

Pada wanita, seringkali tidak menunjukkan gejala selama beberapa minggu atau bulan, dan diketahui menderita penyakit ini hanya setelah mitra seksualnya tertular. Jika timbul gejala, biasanya bersifat ringan tetapi beberapa penderita menunjukkan gejala yang berat, seperti desakan untuk berkemih, nyeri ketika berkemih, keluarnya cairan dari vagina dan demam.

Komplikasi
Infeksi kadang menyebar melalui aliran darah ke satu atau beberapa sendi, dimana sendi menjadi bengkak dan sangat nyeri, sehingga pergerakannya menjadi terbatas.

Infeksi melalui aliran darah juga bisa menyebabkan timbulnya bintik-bintik merah berisi nanah di kulit, demam, rasa tidak enak badan atau nyeri di beberapa sendi yang berpindah dari satu sendi ke sendi lainnya (sindroma artritis-dermatitis).

Bisa juga terjadi infeksi jantung (endokarditis) dan infeksi pembungkus hati (perihepatitis) yang menyebabkan nyeri mirip kelainan kandung empedu. Komplikasi yang terjadi bisa diatasi dan jarang berakibat fatal, tetapi masa penyembuhan untuk artritis atau endokarditis berlangsung lambat.

Penatalaksanaan
Gonore biasanya diobati dengan suntikan tunggal seftriakson intramuskuler (melalui otot) atau dengan pemberian antibiotik per-oral (melalui mulut) selama 1 minggu (biasanya diberikan doksisiklin).

Jika gonore telah menyebar melalui aliran darah, biasanya penderita dirawat di rumah sakit dan mendapatkan antibiotik intravena (melalui pembuluh darah, infus).

www.kalbe.co.id

Labels: ,

Dermatitis

Dermatitis adalah suatu peradangan menahun pada lapisan atas kulit yang menyebabkan rasa gatal. Pada umumnya Dermatitis juga disertai dengan tanda-tanda seperti terbentuknya bintik yang berisi cairan (bening atau nanah) dan bersisik.


Penyebab
Dermatitis dibagi menjadi 3 bagian besar: Dermatitis Atopik/Eksim: ditemukan pada orang yang menderita alergi atau asma. Atau memiliki riwayat keluarga yang mengalami alergi atau asma. Dermatitis Kontak: Dermatitis karena kontak dengan bahan yang bersifat iritan atau alergen, yaitu tanaman, zat kimia atau bahan pakaian.

Faktor Risiko
Seringkali terjadi pada penderita rinitis alergika atau penderita asma dan pada orang-orang yang anggota keluarganya ada yang menderita rinitis alergika atau asma. Berbagai keadaan yang bisa memperburuk dermatitis atopik :

Stres emosional.
Perubahan suhu atau kelembaban udara.
Infeksi kulit oleh bakteri.
Kontak dengan bahan pakaian yang bersifat iritan (terutama wol).
Pada beberapa anak-anak, alergi makanan bisa memicu terjadinya dermatitis .

Gejala dan Tanda
Dermatitis Atopik: Bisa terjadi pada bayi yang disebut eksim susu. Timbul disekitar pipi dan bibir. Sedang pada anak dapat dijumpai didaerah lipatan siku . Dermatitis Kontak: Pada bayi yang menggunakan popok sekali pakai bisa terkena dermatitis kontak karena popok terlalu lembab dan kontak langsung dengan air kemih berjam-jam sehingga timbul gejala kemerahan pada lipatan paha dan pantat. Dermatitis Numularis Gejala pada kulit tampak bulat seperti uang logam, kemerahan, bengkak dan berisi cairan dan penderita merasa sangat gatal

Komplikasi
Dapat terjadi komplikasi yaitu infeksi bakteri. Gejalanya berupa bintik-bintik yang mengeluarkan nanah. Pembengkakan kelenjar getah bening sehingga penderita mengalami demam dan lesu.

Pencegahan
1.Hindari kontak dengan iritan atau alergen 2. Jika gatal, jangan menggaruk karena dapat terjadi luka, radang dan bernanah 3. Hindari stres dan menjalankan pola hidup yang sehat 4. Jaga kebersihan diri dan lingkungan.


Penatalaksanaan
Krim atau salep kortikosteroid bisa mengurangi ruam dan mengendalikan rasa gatal. Krim kortikosteroid yang dioleskan pada daerah yang luas atau dipakai dalam jangka panjang bisa menyebabkan masalah kesehatan yang serius, karena obat ini diserap ke dalam aliran darah. Mengoleskan jeli minyak atau minyak sayur bisa membantu menjaga kehalusan dan kelembaban kulit.

Pada beberapa penderita, ruam semakin memburuk setelah mereka mandi, bahkan sabun dan air menyebabkan kulit menjadi kering dan penggosokan dengan handuk bisa menyebabkan iritasi. Karena itu dianjurkan untuk lebih jarang mandi, tidak terlau kuat mengusap-usap kulit dengan handuk dan mengoleskan minyak atau pelumas yang tidak berbau (misalnya krim pelembab kulit).

Antihistamin (difenhidramin, hidroksizin) bisa mengendalikan rasa gatal, terutama dengan efek sedatifnya. Obat ini menyebabkan kantuk, jadi sebaiknya diminum menjelang tidur malam hari. Kuku jari tangan sebaiknya tetap pendek untuk mengurangi kerusakan kulit akibat garukan dan mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi.

Penderita sebaiknya belajar mengenali tanda-tanda dari infeksi kulit pada dermatitis atopik (yaitu kulit bertambah merah, pembengkakan, terdapat gurat-gurat merah dan demam). Jika terjadi infeksi, berikan antibiotik.

Labels: ,

anthrax

Anthrax biasanya mengenai hewan-hewan di hutan atau mengenai hewan ternak, tetapi dapat pula mengenai manusia jika terpapar terhadap binatang yang terinfeksi oleh kuman B. anthracis.
Penyebab
Penyakit Anthrax adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh kuman gram positif yakni Bacillus anthracis. Bakteri ini selain dapat menjadi endemik dalam suatu daerah dikarenakan kemampuannya membentuk spora sehingga tahan terhadap berbagai kondisi lingkungan yang tidak menguntungkan juga potensial dapat digunakan sebagai senjata biologis yang bersifat mematikan dan bersifat masal sehingga sering menjadi isu yang cukup penting dan berbahaya.

Penyebaran bakteri anthrax melalui saluran nafas (inhalan) pada awalnya timbul gejala seperti influenza selanjutnya sesak nafas dan dapat terjadi syok, anthrax pada saluran nafas ini biasanya bersifat fatal.

Sekitar 25% - 60% dari kasus anthrax yang disebarkan melalui saluran cerna dapat menimbulkan kematian, gejala awal dari penyakit ini adalah adanya tanda-tanda peradangan akut dari saluran cerna seperti mual, muntah, nyeri perut dan selanjutnya bahkan dapat terjadi muntah darah.

Faktor Risiko
Mengkonsumsi daging yang terkontaminasi kuman Bacillus anthracis.

Gejala dan Tanda
Gejala penyakit ini timbul sekitar 7 hari setelah terinfeksi bakteri anthrax. Hampir 95% penyakit ini disebarkan melalui kontak kulit yang mengalami abrasi (kulit yang lecet), kulit yang terinfeksi ini pada mulanya ada rasa gatal, seperti gigitan nyamuk, 1-2 hari kemudian menjadi bentuk vesikel (bintik berair) dan kemudian menjadi ulkus dengan diameter 1- 3 cm yang ditandai dengan adanya jaringan mati pada tengahnya.

Pembesaran kelenjar limfa pada daerah yang dekat perluaan sering terjadi pembesaran. Sekitar 20 % dari kasus yang tidak mendapat pengobatan yang adekuat.

Pencegahan
Penyakit anthrax ini dapat dicegah tertama dengan mencegah mengkonsumsi daging ataupun produk lain, dari hewan yang terinfeksi oleh bakteri anthrax, selain itu dapat juga dengan vaksinasi khususnya orang-orang dengan resiko tinggi terkena infeksi penyakit anthrax. Keberhasilan vaksinasi in mencapai 93%.

Penatalaksanaan
Sebagian besar infeksi bakteri anthrax sensitive terhadap antibiotik golongan B laktam, akan tetapi bakteri ini sering menghasilkan enzim B laktamase, sehingga obat tunggal penicillin maupun sefalosporin tidak dianjurkan.

Seorang yang terkena anthrax secara inhalan (lewat saluran nafas) dapat diberikan Ciprofloxacin 500 mg dua kali sehari atau Doxycycline 100 mg dua kali sehari selama 60 hari. Amoxicillin (Kalmoxillin) tiga kali sehari dapat diberikan jika terdapat kontra indikasi terhadap penggunaan Ciprofloxacin dan Doxycyclin.

Cutaneus anthrax dapat diberikan terapi dengan Ciprofloxacin 500 mg 2 kali sehari atau Doxycyclin 100 mg 2 kali sehari selama 7 hari. Pengobatan diperpanjang sampai 60 hari jika dicurigai adanya infeksi yang bersamaan dengan anthrax inhalan.

Cutaneus anthrax dengan odema yang berat dan gejala sistemik seperti pada Anthrax inhalan dan Gastrointestinal anthrax, dianjurkan untuk pemberian obat secara intravena dengan 2 - 3 macam: Ciprofloxacin 400 mg/ 12 jam atau Doxycycline 100 mg/ 12 jam dan dapat dikombinasikan dengan Penicillin, Rifampicin, Vancomycin, Clindamycin atau Chlaritromycin.

www.kalbe.co.id

Labels: ,

acne vulgaris

Merupakan peradangan kronis dari folikel pilocebaceous (salah satu kelenjar pada kulit), disertai penyumbatan dan penimbunan keratin, ditandai dengan adanya komedo, pustula, nodula, dan kista.

Penyebab
Berbagai faktor. Penyebab acne sangat banyak (multifaktorial), antara lain : genetik, endokrin (androgen, pituitary sebotropic factor, dsb), faktor makanan, keaktifan dari kelenjar sebacea sendiri, faktor psikis, musim, infeksi bakteri (Propionibacterium acnes), kosmetika, dan bahan kimia lainnya.

Faktor Risiko
Acne umumnya timbul pada pria maupun wanita menginjak masa pubertas, yaitu usia 15-19 tahun (90%).

Gejala dan Tanda
Pada acne dapat timbul komedo (sumbatan bahan tanduk dalam unit pilosebaseus); papula (komedo tertutup yang pecah); pustula (bentukan padat yang mengalami perlunakan pada puncaknya, dengan mengeluarkan nanah), nodul (dari komedo tertutup--penonjolan pada kulit yang lebih besar dari papula), dan jaringan parut.

Penatalaksanaan
Pengobatan secara umum meliputi : mencuci muka dengan sabun dua kali sehari--jangan berlebihan; menghindari pemakaian kosmetika yang berlebihan, menghindari makan kacang, coklat, minyak, mentega, dll (meskipun beberapa penelitian tidak menemukan korelasi antara makanan dan timbulnya acne). Untuk pengobatan berupa salep maupun antibiotika sebaiknya menghubungi dokter.

Labels: ,

Friday, July 10, 2009

Rewel, Menangis Berlebihan, dan Kolik

Rewel adalah ketidakmampuan seorang bayi untuk tenang atau ditenangkan. Menangis berlebihan adalah jangka waktu menangis yang panjang oleh bayi sehat yang kebutuhan dasarnya dipenuhi. Colic adalah sebuah pola mingguan panjang, jangka waktu berlebihan pada tangisan yang keras, tajam, terus-menerus, dan terjadi pada jarak waktu, antara aktifitas normal bayi tersebut.

Rewel, menangis berlebihan dan kolik terjadi lebih sering terjadi pada usia minggu kedua dan minggu ketiga. Penyebabnya tidak diketahui, tetapi tangisan berlebihan kadangkala membuat kelebihan udara pada saluran pencernaan (misalnya, dari tidak sendawa setelah makan atau dari menelan udara ketika menangis) atau sebuah infeksi, seperti infeksi telinga atau infeksi saluran kemih. Jarang terjadi, menangis berlebihan adalah sebuah tanda penyakit serius seperti gangguan usus atau meningitis. Penyebab lain pada tangisan adalah gastroesophageal reflux, alergi susu, tumbuh gigi, tumbuh rambut disekitar jari atau jari kaki (hair tourniquet), atau luka lecet selaput mata.


Orangtua anak yang menangis berlebihan atau kolik harus berkonsultasi dengan dokter jika tidak ada yang bisa mereka lakukan untuk menghentikan tangisan anak tersebut atau jika anak tersebut memiliki gejala-gejala lain, seperti demam atau kurang makan. Dokter berupaya untuk mendiagnosa dan mencari tahu.penyebab rewel dan tangisan. Bila infeksi perlu atau tidak memerlukan antibiotik. gastroesophageal reflux bisa jadi diobati dengan beberapa cara. Udara pada saluran pencernaan bisa dikurangi dengan anak tersebut cukup sendawa. Perubahan pada susu formula bisa mengobati gejala pada alergi susu, meskipun begitu, orangtua harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengganti susu formula. Tangisan dari tumbuh gigi biasanya berkurang seiring waktu. Analgesik ringan dan lingkaran tumbuh gigi sangat membantu. Hair toyrniquet harus diangkat. Corneal abrasion diobati dengan salep atau antibiotik tetes untuk mencegah infeksi.

Jika penyebab anak menangis terus menerus belum diketahui, dokter bisa mendiagnosa tangisan berlebihan atau kolik. Tidak terdapat pengobatan khusus. Jika ibu yang sedang menyusui menyatakan bahwa makanan tertentu membuat peningkatan tangisan pada bayi mereka, mereka harus menghindari makan makanan tersebut. banyak bayi menjadi reda dengan dipegang, digoyang, atau ditepuk-tepuk atau dari “white noise” dan getaran pada kipas angin, mesin cuci, atau mengendarai mobil. Dot atau pakaian swaddling bisa juga membuat nyaman. Pemberian makan kadangkala menenangkan anak tersebut, tetapi orangtua harus menghindari pemberian makan berlebihan dalam upaya menghentikan tangisan. Beberapa anak akan menangis sendiri sampai tidur.

Berlebihan menangis dan kolik bisa jadi melelahkan dan membuat stress untuk orangtua. Orangtua harus mengambil keuntungan dari selingan tangisan malam hari untuk membaringkan bayi tersebut di belakang punggungnya untuk menenangkan hati dan tidur. Dukungan emosi dari teman-teman, keluarga, tetangga, dan dokter adalah kunci untuk mengatasinya. Orangtua harus bertanya apa saja yang bisa membantu kebutuhan mereka (dengan saudara kandung, suruhan, atau perawat anak) dan berbagi perasaan dan ketakutan mereka. Para orangtua bisa merasa nyaman dengan kenyataan bahwa meskipun tangisan dan kolik bayi tampak sangat mengganggu, tangisan berlebihan dan kolik biasanya hilang dalam usia 3 sampai 4 bulan dan tidak menyebabkan bahaya jangka panjang.
http://medicastore.com/penyakit/3065/Rewel_Menangis_Berlebihan_dan_Kolik.html

Labels:

Ruam Pada Bayi

Ruam kulit pada bayi dan anak kecil tidak selalu serius dan bisa memiliki berbagai penyebab.

Ruam popok (penyakit kulit popok) adalah ruam merah terang disebabkan oleh iritasi dari kulit terkena urin atau kotoran yang berlangsung lama di bagian mana saja di bawah popok anak. Biasanya, daerah pada kulit yang terkena popok adalah yang paling sering terkena. Ruam popok bisa juga disebabkan oleh infeksi jamur candida, biasanya menyebabkan ruam merah terang pada lipatan kulit dan bercak kecil merah. Agak sering, ruam popok disebabkan oleh bakteri. Ruam popok tidak selalu mengganggu anak tersebut. Hal itu bisa dicegah atau diperkecil dengan menggunakan popok yang dibuat dengan gel yang menyerap, dengan menghindari popok plastik yang ketat atau celana yang memperangkap lembab, dan dengan sering mengganti popok ketika ngompol. Bayi yang disusui cenderung mengalami beberapa ruam popok karena kotoran mereka mengandung beberapa enzim dan zat-zat lain yang bisa mengiritasi kulit.

Pengobatan utama untuk ruam popok adalah sering membuang atau mengganti popok anak tersebut. Kulit anak tersebut harus dicuci dengan lembut dengan sabun lembut dan air. Seringkali ruam hilang dengan cara ini dengan sendirinya. Menggunakan pelembab kulit dan salep pelindung, seperti seng, jel petroleum, atau salep vitamin A & D, bisa membantu. Krim anti jamur kemungkinan diperlukan jika dokter mendiagnosa infeksi candida. Krim antibiotik bisa digunakan jika ruam disebabkan oleh bakteri.

Eksim (penyakit kulit atopik) adalah merah, bersisik, ruam kering yang sangat umum dimana lengan dan sendi kaki bengkok dan cenderung tampak tambalan yang ada dan hilang, sering diperburuk oleh dingin, udara kering. Meskipun penyebabnya tidak diketahui, eczema cenderung menurun di dalam keluarga dan pada banyak kasus menimbulkan alergi, asalnya kemungkinan serupa dengan asma. Kebanyakan anak mengatasi eczema, tetapi untuk eczema lain adalah kondisi yang lama. Anak dengan kasus berat bisa sebentar-sebantar terjadi infeksi pada beberapa daerah yang terutama terkena. Pengobatan termasuk menggunakan pelembab kulit, sabun lembut, udara lembab, krim kortikosteroid, dan obat-obatan anti gatal. Upaya untuk mengendalikan debu dan pemicu lainnya pada alergi anak bisa kadangkala membantu meringankan kondisi tersebut.

Cradle cap (penyakit kulit seboroik) adalah scaling berwarna merah dan kuning, ruam berkulit keras yang terjadi pada kepala bayi dan kadangkala pada lipatan kulit. Penyebabnya tidak diketahui. Cradle cap tidak berbahaya dan hilang pada kebanyakan anak pada usia 6 bulan. Cradle cap bisa diobati dengan keramas secara teratur dan mengusapkan minyak mineral ke dalam kepala. kerak kemungkinan hilang dengan sisir halus. Cradle cap yang tidak mereda dengan cara ini bisa memerlukan pengobatan lebih lanjut, seperti shampoo selenium atau krim kortikosteroid. Tinea adalah infeksi jamur pada kulit. Pada anak, infeksi pada kulit kepala (tinea capitis) dan tubuh (tinea corporos, atau ringworm) adalah sangat sering terjadi. Diagnosa dan pengobatan pada tinea adalah sama pada anak dan orang dewasa. Beberapa anak mengalami reaksi peradangan pada infeksi jamur yang menyebabkan massa kulit kepala (kerion), yang bisa memerlukan pengobatan tambahan.

Molluscum contagiosum adalah sekelompok jerawat seperti mutiara yang berwarna putih kedaduan atau benjolan yang disebabkan oleh infeksi kulit karena virus yang biasanya hilang tanpa pengobatan.

Milia adalah kista kecil seperti mutiara pada wajah pada anak yang baru lahir disebabkan oleh pengeluaran pertama pada kelenjar minyak anak. Seperti jerawat bayi baru lahir, milia tidak memerlukan pengobatan dan segera hilang setelah lahir.

Ruam kulit lainnya pada anak kecil seringkali disebabkan oleh infeksi virus. Ruam disebabkan oleh roseola dan erythema infectiosum (penyakit fith) adalah tidak berbahaya dan biasanya mereda tanpa pengobatan. Ruam disebabkan campak, rubella, dan cacar air menjadi tidak umum karena anak mendapatkan vaksin.
http://medicastore.com/penyakit/3208/Ruam_Pada_Bayi.html


Labels:

Demam Pada Anak

Demam adalah meningkatnya suhu tubuh dalam merespon infeksi, luka, atau peradangan.

Suhu tubuh yang naik-turun, dan suhu yang meningkat sampai 100.3 º F (sekitar 38 ºC) bisa menjadi hal yang wajar pada anak yang sehat. Oleh karena itu, peningkatan suhu yang kecil yang tidak menyusahkan seorang anak tidak memerlukan perhatian medis. Suhu 100.4 º (sekitar 38 º C) dan lebih tinggi dianggap tidak wajar dan biasanya perlu mendapat perhatian, terutama sekali pada bayi dibawah 3 bulan.

PENYEBAB DEMAM

Demam biasanya akibat dari infeksi biasa, seperti pilek dan nyeri lambung. Infeksi ini umumnya karena virus dan bisa sembuh tanpa pengobatan. Umumnya sedikit, demam terjadi karena infeksi pada telinga, paru-paru, kandung kemih, atau ginjal, umumnya infeksi bakteri memerlukan antibiotik. Pada bayi jarang terjadi, demam bisa jadi hanya tanda infeksi aliran darah (occult bacteremia), yang bisa mengarah ke meningitis dan infeksi keseluruhan (sepsis), dua kondisi yang mengancam jiwa. Anak dengan jenis infeksi ini biasanya terlihat sakit. Banyak kondisi selain infeksi menyebabkan demam pada anak, namun semua itu jarang. Tidak sama dengan demam yang disebabkan oleh infeksi biasa, demam ini berlangsung lebih dari beberapa hari.

Demam dapat terjadi setelah vaksinasi yang rutin dan bukan alasan untuk menghindari vaksin yang dianjurkan. Memberikan bayi acetaminophen atau ibuprofen pada waktu vaksinasi dan sesudahnya memperkecil resiko terkena demam atau menurunkan demam itu sendiri.

GEJALA DEMAM

Bayi yang mengalami demam umumnya gampang teriritasi dan tidak bisa tidur atau makan dengan baik. Anak yang lebih tua kehilangan keinginan bermain, meskipun terkadang anak yang mengalami demam tinggi kelihatan sehat. Adakalanya, demam yang cepat tinggi dapat menyebabkan serangan (serangan febrile), dan amat jarang, demam menjadi sangat tinggi sehingga anak menjadi lesu dan tidak ada reaksi.

PENGOBATAN DEMAM

Kebanyakan demam tidak membutuhkan pengobatan kecuali untuk membuat anak merasa lebih baik dan juga lebih sering minum, menghindari dehidrasi. Acetaminophen dan ibuprofen, digunakan. Aspirin tidak aman untuk demam rendah karena bisa berinteraksi dengan infeksi virus tertentu dan menyebabkan kondisi yang serius yang disebut sindrom reye. mandi air hangat (tidak dingin) kadangkala bisa membuat seorang anak yang lebih tua merasa lebih baik dengan mengurangi demam. Menggosok anak dengan alkohol atau bedak cair tidak dianjurkan. Alkohol atau bedak cair bisa menimbulkan uap yang berbahaya, masuk ke mata, atau tidak sengaja tercerna.

Pengobatan tambahan bergantung pada usia anak dan penyebab demam. Jarang terjadi, demam bertahan dan dokter tidak bisa menetapkan penyebabnya meskipun setelah pemeriksaan intensif. Jenis demam ini disebut demam yang tidak diketahui sumbernya.

http://medicastore.com/penyakit/3040/Demam_Pada_Anak.html

Labels: